Skip ke Konten

BIKE TO OFFICE dan SPIRIT HARI BERSEPEDA SEDUNIA: Gowes Sehat, Produktif dan Sarat Makna

Sudut Pandang Pustakawan Edisi ke-5oleh: Sirajuddin

BIKE TO OFFICE dan SPIRIT HARI BERSEPEDA SEDUNIA: Gowes Sehat, Produktif, dan Sarat Makna; Sirajuddin (Pustakawan Madya IAIN Parepare)

 

Tanggal 3 Juni 2026 diperingati sebagai Hari Bersepeda Sedunia atau World Bicycle Day. Peringatan ini ditetapkan oleh United Nations melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 72/272 pada tahun 2018 sebagai bentuk pengakuan terhadap sepeda sebagai alat transportasi sederhana, terjangkau, ramah lingkungan, serta menyehatkan bagi masyarakat dunia.  United Nations – World Bicycle Day  https://www.un.org/en/observances/bicycle-day?  

 

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis  opini mengenai profesi saya sebagai pustakawan sekaligus kebiasaan bike to office atau bersepeda ke kantor. Aktivitas sederhana ini ternyata bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Bersepeda memberikan ruang bagi seseorang untuk menikmati perjalanan, mengurangi stres, sekaligus menjaga kebugaran tubuh di tengah padatnya aktivitas pekerjaan.

 

Illust: Bike To Work

Hal menarik dari hobi bersepeda adalah setiap orang memiliki karakter dan kebutuhan gowes yang berbeda. Pertama, memilih jenis sepeda harus disesuaikan dengan kontur alam atau medan daerah tertentu. Sepeda gunung cocok digunakan pada jalur berbatu dan tanjakan, sedangkan sepeda balap atau road bike lebih ideal untuk jalanan aspal yang mulus. Kedua, ukuran sepeda perlu disesuaikan dengan postur dan tinggi badan penggunanya agar nyaman dan aman saat digunakan. Ketiga, pemilihan sepeda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pengendara, apakah untuk olahraga, perjalanan harian ke kantor, touring, atau sekadar rekreasi santai. British Cycling – Choosing the Right: https://www.britishcycling.org.uk/knowledge/bike-kit/article/izn20170418 

 

Selain memberikan manfaat kesehatan, gowes juga memiliki nilai edukatif dan teknis. Seorang pesepeda umumnya akan belajar memahami perangkat mekanik pada sepeda miliknya, mulai dari sistem pengereman, perpindahan gigi, rantai, hingga tekanan angin ban. Secara tidak langsung, hobi ini melatih ketelitian, keterampilan teknis, dan rasa tanggung jawab dalam merawat perlengkapan pribadi.

 

Bersepeda juga terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan. Aktivitas ini membantu meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat otot dan tulang, menjaga berat badan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut World Health Organization, aktivitas fisik seperti bersepeda dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan stres. WHO – Physical Activity Factsheet: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity?

 

Pada akhirnya, bersepeda bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari investasi kesehatan, kedisiplinan, dan semangat hidup produktif. Gowes mengajarkan bahwa perjalanan menuju tujuan tidak selalu harus cepat, tetapi harus dinikmati dengan sehat, aman, dan penuh semangat.

di dalam Artikel
​“PONDASI” DAN PANCASILA DALAM HAL KESEJAHTERAAN: Menegakkan Rumah Indonesia di atas Keadilan Sosial”
Hukum Di Waktu Senggang Edisi Ke-18Oleh: Dr. Zainal Said.,MH (Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Parepare)